A.PENGERTIAN
AKHLAK KEPADA ALLAH
Akhlak
menurut bahasa yaitu berasal dari bahasa arab (اخلاق) jamak dari kata خلق yang
berarti tingkah laku, perangai atau tabiat.
Sedangkan
menurut istilah; akhlak adalah daya kekuatan jiwa yang mendorong perbuatan dengan
mudah dan spontan tanpa dipikir dan direnung lagi. Dengan demikian akhlak pada
hakikatnya adalah sikap yang melekat pada diri mausia, sehingga manusia dapat
melakuakannnya tanpa berfikir (spontan).
Di samping
itu akhlak juga dikenal dengan istilah moral dan etika. Moral berasal dari
bahasa Latin mores yang berarti adat kebiasaan. Moral selalu dikaitkan dengan
ajaran baik buruk yang diterima umum atau masyarakat. Karena itu adat istiadat
masyarakat menjadi standar dalam menentukan baik dan buruknya.
Menurut
Kahar Masyhur akhlak kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan
yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk, kepada Tuhan sebagai
khalik.
Sehingga
akhlak kepada Allah dapat diartikan Segala sikap atau perbuatan manusia yang
dilakukan tanpa dengan berfikir lagi (spontan) yang memang seharusnya ada pada
diri manusia (sebagai hamba) kepada Allah SWT. (sebagai Kholiq).
B.ALASAN
MENGAPA SEORANG MUSLIM HARUS BERAKHLAK KEPADA ALLAH
Seorang
muslim yang baik itu memang diharuskan berakhlak yang baik kepada Allah SWT.
Karena kita sebagai manusia itu diciptakan atas kehendak-Nya, sehingga alangkah
baiknya kita bersikap santun (berakhlak) kepada sang Kholliq sebagai rasa
syukrur kita.
Menurut
Kahar Mashyur , Sekurang-kurangnya ada empat alasan mengapa manusia perlu
beakhlak kepada Allah. Yaitu:1
Pertama,
karena Allah-lah yang mencipatakan manusia. Dia yang menciptakan manusia dari
air yang ditumpahkan keluar dari tulang punggung dan tulang rusuk hal ini
sebagai mana di firmankan oleh Allah dalam surat at-Thariq ayat 5-7. sebagai
berikut :
yang artinya
: (5) "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?,
(6). Dia tercipta dari air yang terpancar, (7). yang terpancar dari tulang
sulbi dan tulang dada. (at-Tariq:5-7)
Kedua,
karena Allah-lah yang telah memberikan perlengkapan panca indera, berupa
pendengaran, penglihatan, akal pikiran dan hati sanubari, disamping anggota
badan yang kokoh dan sempurna kepada manusia. Firman Allah dalam surat, an-Nahl
ayat, 78.
yang Artinya:
"Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati,
agar kamu bersyukur. ( Q.S an-Nahal : 78)
Ketiga,
karena Allah-lah yang telah menyediakan berbagai bahan dan sarana yang
diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia, seperti bahan makanan yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan, air, udara, binatang ternak dan lainnya. Firman Allah
dalam surat al-Jatsiyah ayat 12-13.
yang Artinya
(13) "Allah-lah yang menundukkan lautan untuk kamu supaya kapal-kapal
dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya, supaya kamu dapat mencari sebagian
dari karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur. (13), "Dan Dia
menundukkan untuk kamu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya,
(sebagai rahmat) dari pada Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kamu yang berpikir.(Q.S al-Jatsiyah :12-13
).
Keempat,
Allah-lah yang telah memuliakan manusia dengan diberikannya kemampuan, daratan
dan lautan. Firman Allah dalam surat Al-Israa' ayat, 70.
ynang
Artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak cucu Adam,
Kami angkut mereka dari daratan dan lautan, Kami beri mereka dari rizki yang
baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas
kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Q.S al-Israa : 70).
C. AKHLAK
SEORANG MUSLIM KEPADA ALLAH
Kita sebagai
umat islam memang selayaknya harus berakhlak baik kepada Allah karena Allah lah
yang telah menyempurnakan kita sebagai manusia yang sempurna. Untuk itu akhlak
kepada Allah itu harus yang baik-baik jangan akhlak yang buruk. Seperti kalau
kita sedang diberi nikmat, kita harus bersyukur kepada Allah.
Menurut
pendapat Quraish Shihab bahwa titik tolak akhlak kepada Allah adalah pengakuan
dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dia memiliki sifat-sifat
terpuji; demikian agung sifat itu, jangankan manusia, malaikat pun tidak akan
mampu menjangkaunya.
Seorang yang
berakhlak luhur adalah seorang yang mampu berakhlak baik terhadap Allah ta’ala
dan sesamanya. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
حُسْن
الْخُلُق قِسْمَانِ أَحَدهمَا مَعَ اللَّه عَزَّ وَجَلَّ ، وَهُوَ أَنْ يَعْلَم
أَنَّ كُلّ مَا يَكُون مِنْك يُوجِب عُذْرًا ، وَكُلّ مَا يَأْتِي مِنْ اللَّه
يُوجِب شُكْرًا ، فَلَا تَزَال شَاكِرًا لَهُ مُعْتَذِرًا إِلَيْهِ سَائِرًا
إِلَيْهِ بَيْن مُطَالَعَة وَشُهُود عَيْب نَفْسك وَأَعْمَالك .
وَالْقِسْم
الثَّانِي : حُسْن الْخُلُق مَعَ النَّاس .وَجَمَاعَة أَمْرَانِ : بَذْل
الْمَعْرُوف قَوْلًا وَفِعْلًا ، وَكَفّ الْأَذَى قَوْلًا وَفِعْلًا
Keluhuran
akhlak itu terbagi dua. Yang Pertama, akhlak yang baik kepada Allah, yaitu
meyakini bahwa segala amalan yang anda kerjakan mesti (mengandung
kekurangan/ketidaksempurnaan) sehingga membutuhkan udzur (dari-Nya) dan segala
sesuatu yang berasal dari-Nya harus disyukuri. Dengan demikian, anda senantiasa
bersyukur kepada-Nya dan meminta maaf kepada-Nya serta berjalan kepada-Nya
sembari memperhatikan dan mengakui kekurangan diri dan amalan anda. Kedua,
akhlak yang baik terhadap sesama. kuncinya terdapat dalam dua perkara, yaitu
berbuat baik dan tidak mengganggu sesama dalam bentuk perkataan dan perbuatan.2
Adapun
contoh Akhlak kepada Allah itu antara lain:
a.Taqwa
kepada Allah SWT.
Definisi
taqwa adalah memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala
Perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
b.Cinta
kepada Allah SWT.
Definisi
cinta yaitu kesadaran diri, perasaan jiwa dan dorongan hati yang menyebabkan
seseorang terpaut hatinya kepada apa yang dicintainya dengan penuh semangat dan
rasa kasih sayang.3
c.Ikhlas
Definisinya
yaitu semata-mata mengharap ridlo Allah. Jadi segala apa yang kita lakukan itu
semata-mata hanya mengharap ridho Allah SWT.
d.Khauf dan
raja’
Khauf yaitu
kegalauan hati membayangkan sesuatu yang tidak disukaiyang akan menimpanya,
atau membayangkan hilangnya sesuatu yang disukainya.4
Raja’ yaitu
memautkan hati pada sesuatu yang disukai.
e.Bersyukrur
terhadap nikmat yang diberikan Allah
Syukur yaitu
memuji sang pemberi nikmat atas kebaikan yang telah dilakukannya. Syukurny
seorang h amba berkisar atas tiga hal, yang jika ketigany tidak berkumpul maka
tidaklah dinamakann syukur. Tiga hal itu yaitu mengakui nikmat dalam batin,
membicaraknnya secara lahir, dan menjadikannya sebagai sarana taat kepada
Allah.
f.Muraqobah
Dalam hal
ini, Muraqabah diartikan bahwa kita itu selalu berada dalam pengawasan Allah
SWT.5
g.Taubat
Taubat
berarti kembali, yaitu kembali dari sesuatu yang buruk ke sesuatu yang baik.
h.Berbaik
sangka kepada Allah SWT.
Maksudnya
kita sebagai umat yang diciptakan oleh Allah, hendaknya khusnudzon, jangan
suudzon, karena apa yangakan diberikan oleh Allah itu pasti bak bagi kita.
i.Bertawakal
kepada Allah SWT.
Bertawakal
yaitu kita berserah diri kepada Allah. Setelah kita memohon kepada Allah
hendaknya kita berrusaha, bukan hanya diam diri untuk memenuhi do’a kita. Itu
yang dimaksud dengan tawakal.
j.Senantiasa
mengingat Allah SWT.
Salah satu
akhlak yang baik kepada Allah yaitu kita selalu mengingat Allah dalam keadaan
apapun, baik dalam keadaan susah maupun senang.
k.Memikirkan
keindahan ciptaan Allah SWT.
Yaitu kita
dianjurkan untuk melakukan Tadzabur Alam, memikirkan tentang bagaimana kita
diciptakan, dan lain-lain yang berkaitan dengan ciptaan Allah yang lain, supaya
kita dapat merasakan keagungan Allah SWT. Sehingga kita dapat berakhlak yang
baik kepada Allah.
l.Melaksanakan
apa-apa yang diperintahkan Allah SWT.
Sebagai
hamba Allah yang baik hendaknya kita melakukan Amar ma’ruf,
m.Menjauhi
apa yang dilarang Allah SWT.
Sebagai
hamba Allah yang baik hendaknya kita Nahi Munkar.
BAB III
PENUTUP
Seorang
muslim itu harus berahlak baik kepada Allah SWT. Karena kita sebagai manusia
yang di ciptakan oleh Allah dan untuk menyembah kepada Allah, sesuai dengan
firman Allah SWT yang artinya dan tidaklah Kami (Allah) ciptakan jin dan
manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
Dari
uraian-uraian diatas dapat dipahami bahwa akhlak terhadap Allah SWT, manusia
seharusnya selalu mengabdikan diri hanya kepada-Nya semata dengan penuh
keikhlasan dan bersyukur kepada-Nya, sehingga ibadah yang dilakukan ditujukan
untuk memperoleh keridhaan-Nya.
Dalam
melaksanakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah, terutama
melaksanakan ibadah-ibadah pokok, seperti shalat, zakat, puasa, haji, haruslah
menjaga kebersihan badan dan pakaian, lahir dan batin dengan penuh keikhlasan.
Tentu yang tersebut bersumber kepada al-Qur'an yang harus dipelajari dan
dipelihara kemurnianya dan pelestarianya oleh umat Islam
Adapun
akhlak kepada Allah itu antara lain:
1.Taqwa
kepada Allah SWT.
2.Cinta kepada
Allah SWT.
3.Ikhlas
kepada Allah SWT.
4.Khauf dan
raja’ terhadap Allah SWT.
5.Bersyukrur
terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT.
6.Muraqobah
7.Taubat
kepada Allah SWT.
8.Berbaik
sangka kepada Allah SWT.
9.Bertawakal
kepada Allah SWT.
10.Senantiasa
mengingat Allah SWT.
11.Memikirkan
keindahan ciptaan Allah SWT.
12.Melaksanakan
apa-apa yang diperintahkan Allah SWT.
13.Menjauhi
apa yang dilarang Allah SWT.
No comments:
Post a Comment